Misteri yang Terpecahkan: Mengapa Microsoft Melewatkan Windows 9?

Pada tahun 2015, Microsoft mengumumkan sistem operasi terbarunya yang langsung diberi nama “Windows 10.” Keputusan ini mengejutkan banyak orang, terutama karena sebelumnya diperkirakan Microsoft akan meluncurkan “Windows 9” sebagai penerus Windows 8. Pertanyaan pun muncul: mengapa Microsoft melewatkan angka 9 dan langsung melompat ke Windows 10? Misteri ini akhirnya terpecahkan, dan dalam artikel ini, kita akan mengungkap alasan di balik keputusan tersebut.

1. Pemecahan Dari Masa Lalu:

Keputusan untuk melewatkan Windows 9 sebenarnya terkait dengan sejarah Windows itu sendiri. Microsoft telah menggunakan angka “9” dalam versi-versi sebelumnya, seperti Windows 95 dan Windows 98. Windows 9x adalah keluarga sistem operasi yang populer pada masa itu, dan mengandung banyak kode program yang ditulis dengan asumsi bahwa versi Windows dimulai dengan “9”. Oleh karena itu, jika Microsoft merilis Windows 9, ada potensi masalah kompatibilitas dengan aplikasi dan perangkat keras yang ditulis untuk Windows 95 dan Windows 98.

2. Menghindari Masalah Kompatibilitas:

Dalam pengembangan perangkat lunak, masalah kompatibilitas adalah masalah serius yang harus dihindari. Jika Microsoft merilis Windows 9, pengembang perangkat lunak mungkin harus menulis kode khusus untuk mengatasi masalah kompatibilitas dengan aplikasi yang ditargetkan untuk Windows 9x. Langkah ini akan memperlambat adopsi Windows 9 dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi banyak pengguna. Oleh karena itu, Microsoft memilih untuk menghindari potensi masalah ini dengan melompat langsung ke Windows 10.

3. Citra Baru:

Selain alasan teknis, Microsoft juga ingin menciptakan citra yang baru dan lebih segar untuk Windows. Windows 8 tidak mendapat sambutan yang baik dari pengguna dan kritikus, terutama karena perubahan antarmuka yang drastis. Dengan melompat langsung ke Windows 10, Microsoft ingin memberikan kesan bahwa ini adalah langkah maju yang signifikan dari Windows 8. Mereka ingin menghapus citra negatif yang mungkin masih terkait dengan Windows 8.

4. Fokus Pada Inovasi:

Microsoft juga ingin memberikan kesan bahwa Windows 10 adalah sebuah inovasi yang besar dan berbeda dari versi-versi sebelumnya. Mereka ingin menekankan bahwa Windows 10 bukan sekadar peningkatan inkremental dari Windows 8 atau Windows 8.1, melainkan sesuatu yang benar-benar baru dan layak mendapatkan perhatian pengguna. Dengan menghindari angka 9, mereka ingin menciptakan ekspektasi yang lebih tinggi.

5. Keseragaman Merek:

Keputusan untuk melompat ke Windows 10 juga sejalan dengan upaya Microsoft untuk menyatukan merek mereka di berbagai platform. Mereka ingin menciptakan keseragaman antara sistem operasi desktop, tablet, dan ponsel mereka dengan menggunakan merek yang sama, yaitu “Windows 10.” Ini adalah bagian dari strategi Microsoft untuk mengintegrasikan lebih banyak layanan mereka dan membuat pengalaman pengguna lebih konsisten di berbagai perangkat.

6. Penyederhanaan Pemasaran:

Melompat langsung ke Windows 10 juga memudahkan pemasaran produk. Microsoft dapat dengan mudah mengkomunikasikan kepada pengguna bahwa mereka telah meluncurkan Windows terbaru tanpa perlu menjelaskan mengapa ada “Windows 9” yang dilewatkan. Ini menghindari kebingungan potensial yang dapat timbul jika mereka menggunakan angka 9, terutama karena hubungannya dengan versi Windows sebelumnya.

Kesimpulan:

Misteri mengapa Microsoft melewatkan Windows 9 akhirnya terpecahkan. Keputusan ini terkait dengan masalah kompatibilitas, citra merek, inovasi, dan strategi pemasaran. Dengan melompat langsung ke Windows 10, Microsoft menciptakan kesan yang lebih positif dan menyatukan merek mereka di berbagai platform. Meskipun Windows 9 tidak pernah ada, Windows 10 menjadi salah satu versi Windows yang paling sukses dan populer hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *