Benarkah Sistem Pengendali Kendaraan Otomatis Dapat Mengurangi Angka Kecelakaan?

Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi di era serba digital saat ini telah banyak meringankan pekerjaan manusia. Dari mulai hal paling ringan seperti menyapu dan mencuci, hingga pada hal-hal besar seperti beraneka jenis kendaraan yang mampu mempersingkat waktu tempuh.

 

Berbagai kendaraan darat, laut, hingga udara terus melakukan inovasi untuk menunjang kenyamanan dan keamanan para penumpang. Namun, diantara sederet jenis kendaran tersebut, kendaraan darat lah yang paling memiliki peran penting dalam mayoritas kehidupan manusia.

 

Dari mulai roda dua, roda empat, bahkan hingga kendaraan umum sejenis kereta api dan bus seolah tak kehabisan ide untuk menarik atau mempertahankan pelanggan. Berbagai fitur canggih ditawarkan demi menunjang kualitas produk.

 

Mengenal Sistem Pengendali Kendaraan

Salah satu fitur canggih yang saat ini tengah hangat menjadi perbincangan adalah pengendali kendaraan otomatis, atau sering juga disebut Autopilot. Sistem ini memungkinkan mobil dapat tetap melaju di jalanan meski tanpa dikemudikan manusia secara langsung.

 

Walau pada kenyataannya fitur ini telah dipakai pada sistem teknologi pesawat terbang, tetapi untuk diterapkan pada kendaraan darat seperti mobil, ternyata cukup rumit. Sebab kondisi lalu lintas di darat tentu sangat jauh berbeda dengan di udara.
 

Komponen Penting Sistem Pengendali Kendaraan Otomatis

Penerapan sistem pengendali kendaraan otomatis memang meringankan kinerja sopir, dengan dukungan berbagai teknologi sistem radar sekaligus sensor pada kendaraan. Hal tersebut diklaim dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan yang seringkali disebabkan kelalaian sopir. Lebih lanjut, inilah beberapa bagian penting dalam sistem pengendali kendaraan.

 

1. Sensor LIDAR (Light Distance and Ranging)

Sensor deteksi sekaligus jangkauan cahaya ini mampu memiliki fungsi utama memperkirakan objek yang ada disekitarnya dengan memantulkan sinar laser. Dengan sensor tersebut kendaraan mampu mendeteksi trotoar atau kendaraan lain saat tengah melakukan parkir.

 

2. Kamera

Kehadiran kamera dengan resolusi terbaik pada pengendali kendaraan otomatis memiliki peranan sangat penting. Hal ini tak lain sebab kamera lah yang bertugas mendeteksi objek di sekitarnya, seperti rambu lalu lintas, pejalan kaki, atau pengendara lain.

 

3. Sensor Ultrasonic

Sensor ini berguna untuk mengirimkan gelombang sinyal pada objek yang ada disekitarnya. Hal tersebut berguna untuk menjaga jarak aman kendaraan saat melaju di jalanan.

4. Sistem ECU (Electronic Control Unit)

Seluruh proses yang dijalankan oleh mobil dengan pengendali otomatis akan dijalankan dalam satu komponen bernama ECU, seperti pengendalian rem dan akselerasi.

 

Kecanggihan mobil dengan pengendali kendaraan otomatis faktanya tidak sepenuhnya dapat menghindarkan dari kecelakaan. Tercatat beberapa kali terjadi laka lantas yang diakibatkan oleh kinerja sistem pengendali yang tidak berjalan dengan cukup baik.
 

Mengandalkan Kekuatan Sinyal
Karena sistem ini mengandalkan sinyal, maka pastikan mobil berkendara dalam cuaca baik dan jaringan stabil. Namun, kabar baiknya para pakar tengah berusaha menemukan solusi kelemahan ini, sekira kendaraan tetap aman melaju di segala cuaca dan kondisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *